Sejarah Wayang

19

wayang berasal dari kata wayangan yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar karena sumber aslinya telah hilang, di awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animism menyembah ‘hyang’, itulah inti-nya dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun ‘merti desa’ agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar dari segala mala (masih ingat lakon ‘sudamala’, kan?)



di tahun (898 – 910) M wayang sudah menjadi wayang purwa namun tetap masih ditujukan untuk menyembah para sanghyang seperti yang tertulis dalam prasasti balitung sigaligi mawayang buat hyang, macarita bhima ya kumara (terjemahan kasaran-nya kira-kira begini : menggelar wayang untuk para hyang menceritakan tentang bima sang kumara) di jaman mataram hindu ini, ramayana dari india berhasil dituliskan dalam bahasa jawa kuna (kawi) pada masa raja darmawangsa, 996 – 1042 M.
UNESCO secara resmi memberikan sertifikasi terhadap 3 warisan budaya Indonesia. 3 Warisan budaya Indonesia itu yaitu batik, keris dan wayang diganjar sertifikat UNESCO untuk mata budaya tak benda. Diklat Warisan Budaya Batik Indonesia yang bekerja sama dengan Museum Batik di Pekalongan juga mendapat sertifikat Best Practices dari UNESCO. Hal ini tentunya sangat mebahagiakan bagi masyrakat Indonesia karena banyak sekali negara-negara lain yang ingin mengakui kebudayaan tersebut khususnya negara tetangga kita yang miskin akan kebudayaan. Penyerahan sertifikat tersebut diserahkan oleh menteri luar negeri Marty Natalegawa kepada Menko Kesra Agung Laksono yang diteruskan ke Menbudpar Jero Wacik. Setelah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO, tantangn terbesar adalah mampu kita melestarikan kebudayaan warisan leluhur tersebut?sehingga nantinya kebudayaan-kebudayaan tersebut tetap terjaga sehingga mampu dinikmati anak cucu kita. Dengan pemberian sertifikat Best Practices, Indonesia akan memperoleh proyek elaborasi dari UNESCO untuk persiapan buku, film dan bahan pameran. UNESCO juga akan mengajak Indonesia road show keliling Indonesia untuk memperkenalkan batik. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya tak benda. Pada 25 September 2005, UNESCO mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia. Pada 7 November 2003 UNESCO juga memberikan pengakuan serupa pada wayang